6 Tradisi Thanksgiving di Asia yang perlu Kamu Tahu

Nov 14, 2019

By PR

hari Thanksgiving

Thanksgiving adalah perayaan untuk mengungkapkan rasa syukur yang biasa dilakukan oleh masyarakat Amerika dan Kanada. Di hari Thanksgiving atau Hari Pengucapan Syukur ini biasanya dirayakan dengan berkumpul dan makan bersama dengan keluarga besar. Hidangan yang khas untuk hari libur nasional ini adalah kalkun panggang, pumpkin pie dan makanan dari Yams.

 

Meskipun Thanksgiving lebih dikenal sebagai hari libur Amerika dan Kanada, tapi tahukan kamu jika Thanksgiving sebenarnya dirayakan di seluruh dunia oleh banyak budaya melalui berbagai macam perayaan?

Pengucapan syukur atas hasil panen telah memainkan peran penting dalam sepanjang sejarah kemajuan umat manusia, bahwa tanpa pertanian, kita tidak akan akan berada di tempat kita yang sekarang. Makanan adalah bagian penting dari kehidupan, jadi rasanya bukan masalah jika banyak budaya memiliki perayaan yang menyatakan rasa terima kasih mereka.

perayaan Thanksgiving

Jika kamu ingin menambahkan beberapa pengalaman yang tidak hanya bertujuan bersenang-senang tapi juga belajar mengenai budaya ke dalam bucket list traveling kamu, berikut ini beberapa festival Thanksgiving di Asia yang khas di bawah ini.

  1. Festival Kaamatan - Malaysia

    Festival Kaamatan

    Festival Kaamatan atau festival panen yang dirayakan setiap tahun di epanjang bulan Mei oleh masyarakat Malaysia dari suku Kadazan (Suku asli negara bagian Sabah), berakhir dengan hari libur nasional yang dipilih oleh seorang pendeta yang dikenal sebagai Bobohizan. Mereka percaya bahwa beras adalah hadiah dari Sang Pencipta yang dimaksudkan untuk menyelamatkan rakyatnya dari kelaparan.

     

    Dalam mitologi suku Kadazan, putri Sang Pencipta yaitu Huminodun, merupakan makhluk yang sangat cantik. Ia mengorbankan dirinya dengan mengubur tubuhnya di tanah untuk membuatnya subur sehingga panen akan berlimpah di masyarakat.

    Unduk Ngadau

    Festival Kaamatan ditutup dengan penobatan Unduk Ngadau atau ratu kontes kecantikan untuk menghormati pengorbanan Huminodun. Selain kontes kecantikan, ada pertunjukan tari yang disebut Sumazau, kontes menyanyi atau Sugandoi, kompetisi binaraga, pertunjukan seni dan kerajinan lainnya, serta kompetisi memukul gong dan olahraga rakyat yang menjadi acara utama dari festival Kaamatan.

     

    Di festival ini terdapat populer yaitu Tapai dan Kinomol yang merupakan minuman tradisional yang harus kamu coba jika kamu mengunjungi Malaysia pada saat festival berlangsung. Tapai diminum dari Sumbiling atau bilah bambu kecil atau gelas khusus yang terbuat dari bambu yang disebut Singgarung.

  2. Chuseok - Korea

    Festival Chuseok

    Korea Utara dan Korea Selatan merayakan festival panen yang dikenal dengan sebutan Chuseok atau Malam Musim Gugur pada tangga 15 bulan 8 dari kalender lunar dengan tujuan untuk memberikan rasa terima kasih atas panen yang baik dan hormat pada tetua serta leluhur mereka.

     

    Biasanya setelah mereka memberikan ucapan syukur yang biasa, yaitu berpesta bersama teman dan keluarga, mereka akan kembali ke kampung halaman leluhur dan mengadakan peringatan di makam kerabat dengan membawa Songp’yon (kue beras tradisional), toran-t’ang (sup talas), dan song-I (jamur). Setelahnya, orang-orang pergi untuk merayakan festival dengan memanah, kompetisi musik, dan menyayikan lagu daerah.

    Perayaan Malam Musim Gugur

    Chuseok adalah waktu khusus untuk menyebarkan kebahagiaan dan kebersamaan untuk orang-orang tercinta selain pengucapan syukur. Tertarik untuk merasakan sensasi festival panen di Korea? Kamu bisa mengunjunginya tahun depan di antara akhir bulan September dan awal bulan Oktober.

  3. Chung Chiu - China

    Festival Bulan Chung Chiu

    Festival Bulan Chung Chiu juga dikenal sebagai Festival Pertengahan Musim Gugur yang merupakan festival terbesar di Tiongkok. Festival yang dirayakan sekitar waktu yang sama dengan perayaan Chuseok di Korea, memiliki makna tiga arah, yaitu menghormati tiga konsep dasar manusia: berkumpul, bersyukur, dan berdoa.

    Festival Pertengahan Musim Gugur

    Berkumpul memiliki makna yang berhubungan dengan panen tanaman dan penyatuan keluarga dan sahabat yang mana pertemuan ini diikuti oleh tindakan mengucap syukur atas panen itu sendiri, dan juga untuk reuni keluarga. Berdoa adalah tentang mengekspresikan pikiran dan harapan yang baik untuk masa depan. Liburan yang sudah ada sejak 2000 tahun yang lalu ini, dirayakan selama tiga hari dengan bertukar kue bulan dengan anggota keluarga dan teman sebagai tanda persatuan dan kedamaian.

  4. Kinrō Kansha no Hi - Jepang


    Festival Kinrō Kansha no Hi


    Hari libur yang resmi dirayakan setiap tanggal 23 November ini dimaksudkan untuk mengenang dan berterima kasih atas kerja keras dan keterlibatan masyarakat yang berasal dari festival panen kuno, yaitu Niiname-sai. Niiname-sai didedikasikan untuk mengucap syukur atas hasil panen tahun sebelumnya dan untuk berdoa bagi hasil terbaik dari panen selanjutnya.

     

    Kota Nagano menyelenggarakan festival buruh tahunan yang menarik perhatian dengan mengangkat hal-hal yang berkaitan dengan hak asasi manusia dan lingkungan. Selain itu, anak-anak sering membuat ucapan terima kasih untuk polisi, petugas pemadam kebaran, atau pekerja kota lainnya untuk menandai peringatan hari syukur ini.

     

  5. Pongal - India

    Festival Thanksgiving di India

    Festival Thanksgiving di India ini merupakan perayaan empat hari yang diselenggarakan di pertengahan Januari di India Selatan. Perayaan yang sangat penting bagi orang-orang Tamil dan didedikasikan untuk Dewa Matahari atas panen yang sukses. Masing-masing hari memiliki makna dan ritual yang khusus.

     

    Hari pertama disebut Bhogi, orang-orang akan menyingkirkan barang-barang yang sudah lama, membersihkan rumah, mengisi rumah dengan buah dan bunga yang baru. Hari kedua atau Thai Pongal merupakan acara utama dari festival ini. Pertunjukan Puja (upacara ibadah) dilakukan dengan menyiapkan nasi yang direbus dalam susu dan secara simbolis dipersembahkan kepada Dewa Matahari. Tebu, kelapa, dan pisang diletakkan dalam piring kecil, dan semua orang mengenakan pakaian tradisional. Hari ketiga dikenal sebagai Mattu Pongal merupakan hari yang didedikasikan khusus untuk sapi. Sapi dihias dengan aksesoris seperti manik-manik, jagung, bunga, dan diarak keliling kota. Hari terakhir dari Festival Pongal adalah wanita di rumah diharuskan untuk mencuci daun kunyit, meletakkannya di tanah, kemudian menempatkan beras Pongal di sekitarnya. Hal ini dimaksudkan agar rumah dan saudara-saudara mereka selalu makmur dalam hidup.

    Bhogi Pongal Thai Pongal
    Mattu Pongal Festival Tamil

  6. Têt-Trung-Thu - Vietnam

    Festival Pertengan Musim Gugur ini pada awalnya dirayakan untuk memberi waktu pada orang tua untuk menghabiskan waktu dengan anak-anak mereka setelah panen musim panas berakhir. Festival kuno dan tradisi liburan terpenting nomer dua di Vietnam ini lebih difokuskan untuk anak-anak. Mereka akan menyalakan lentera kemudian mereka akan menampilkan tarian singa atau barongsai.

    Festival Barongsai Festival Têt-Trung-Thu


    Festival Pertengan Musim Gugur Vietnam

Mempelajari budaya akan lebih mudah dan mengasyikkan jika mengalaminya secara langsung. Selain 6 pilihan negara di atas, Lumikasa juga merangkum 6 aksesoris yang bisa kamu bawa saat berjalan-jalan untuk merayakan Thanksgiving. Cek di bawah ini ya!

ROYAL SELANGOR MICKEY MOUSE STEAMBOAT WILLIE 3D KEYCHAIN ELANTIER TRAVEL GIFT SET HAY SLEEP WELL BIRU NAVY

MICKEY MOUSE 3D KEYCHAIN

Rp 380.000

TRAVEL GIFT SET

Rp 450.000

SLEEP WELL

Rp 850.000

HAY MIRROR MIRROR LUMIKASA MESH PURSE ARCHIPELAGO CACATOES HAY CRINKLE BORDEAUX

MIRROR MIRROR

Rp 1.100.000

MESH PURSE

Rp 1.390.000

CRINKLE

Rp 1.900.000