Kenali 7 Bangunan Bersejarah di Jakarta yang Beroperasi Hingga Sekarang (Part 2)

Sep 2, 2019

By PR

Bangunan bersejarah seperti Museum Nasional Indonesia, Museum Fatahillah, Cafe Batavia, dan Gedung Kesenian Jakarta sudah kita bahas di Part 1. Masih ada 4 bangunan bersejarah di Jakarta yang masih dimanfaatkan oleh Pemerintah maupun Swasta dengan sangat baik sampai sekarang.

Penasaran? Simak sampai selesai ya!


4.  Tugu Kuntskring Palaeis.

Tugu Kunstkring Paleis

Tugu Kuntskring Palaeis berlokasi di kawasan elit Menteng dan merupakan bangunan bersejarah yang masih dipertahankan sampai sekarang. Gedung kuno yang mulai dibangun pada tahun 1913 sebagai tempat berkumpulnya seniman dan pecinta seni amatir di Batavia sekaligus untuk mengadakan pertunjukan musik, kegiatan belajar seni, memamerkan karya seni mereka, atau hanya sekadar mencari inspirasi, dikenal dengan Lingkar Seni Hindia Belanda (Nederlandsch Indische Kunstkring) pada kala itu dan diresmikan oleh Gubernur Jenderal Hindia Belanda Willem Frederik Idenburg pada 17 April 1914.

 

Tugu Kunstkring berfungsi sebagai pusat seni berlangsung hingga 1936, lalu pada 1942-1945 digunakan sebagai kantor pusat Madjlis Islam Alaa Indonesia yang kemudian menjadi Kantor Imigrasi Jakarta Pusat (1950-1997). Sempat terbengkalai, dijarah, kontroversial, dan diprotes oleh umat Buddha karena sempat menjadi Budha Bar, pada April 2013 Bataviasche Kunstkring yang bergaya arsitektur modern dan sesuai dengan iklim tropis Indonesia ini dibuka kembali dengan nama Tugu Kunstkring Paleis. Ciri khas banguna tropis dapat dilihat dari sejumlah teras bangunan dan dua menara yang awalnya akan dipakai sebagai cerobong angin.

Restoran Tugu Kunstkring Tugu Kunstkring Paleis Art Space

Kini, Tugu Kunstkring Paleis mengusung konsep luxury and historical yang menyajikan kesan mewah dengan sejarah kepada pengunjung. Jadi selain pengunjung dapat menikmati hidangan di resto, juga dapat mengetahui sejarah sekaligus mengapresiasi karya yang dipajang di tempat ini. Gedung ini mampu menyelenggarakan acara dengan kapasitas hingga 1.000 orang yang dilengkapi shop. Kamu dapat belanja produk Old East Indies yang tersedia di shop mereka lho!

 

5. Gedung Pusat PT Asuransi Jiwasraya.

Jiwasraya


Gedung megah dan menonjol yang berada di Jl. Juanda Raya ini dulunya dalah gedung milik konglomerat asuransi Hindia Belanda, NILLMIJ (Nederlandsch Indische Levensverzekering en Lijfrente Maatschappij) VAN pada tahun 1859 dan merupakan karya pertama arsitek Pieter Adriaan Jacobus Moojen, orang sama yang mendesain Kuntskring.

Sejak berdirinya gedung sampai sekarang, bangunan ini beroperasi sebagai kantor asuransi, meskipun dengan nama-nama yang berbeda. Memiliki desain bergaya indisch style atau arsitektur hindia baru, gedung ini termasuk salah satu bangunan modern yang keberadan dan keasliannya tetap terjaga.

 

6. Rumah Sakit Cikini.

Cikini


Rumah Sakit Cikini adalah rumah sakit swasta di Jakarta yang dulunya dalah rumah pelukis terkenal Raden Saleh yang dibeli oleh Ny. Adriana Josina de Graaf-Kooman, istri misionaris Belanda. Rumah megah seluas 5.6 hektar yang dilengkapi dengan banyak paviliun, kebun botani, sampai kebun binatang pribadi, dialihfungsikan menjadi rumah sakit pada masa penjajahan Belanda, yaitu pada 12 Januari 1898 sebagai RS Ratu Emma. Kemudian pada Agustus 1913 berubah nama menjadi Rumah Sakit Tjikini.

 

Sempat berpindah tangan dari RAPWI, DGV, dan dikembalikan kepada pihak swasta, akhirnya pada tahun 1957 pengelolaan RS Tjikini diseragkan kepada DGI (Dewan Gereja-gereja di Indonesia), dan pada 31 Maret 1989 dirubah sesai dengan ejaan Bahasa Indonesia yang disempurnakan.

 

Bangunan bernuansa kolonial itu didominasi warna cokelat dengan suasa kastil yang masih terlihat dari bentuk bangunan, jendela, dan pilar.

 

7. Museum Seni Rupa dan Keramik.

Museum Seni Rupa dan Keramik Jakarta

Gedung bersejarah ini didirikan pada tahun 1870 dan digunakan Pemerintah Hindia-Belanda sebagai Kantor Dewan Kehakiman yang berada di Benteng Batavia. Baru pada tahun 1990 menjadi Museum Seni Rupa dan Keramik sampai sekarang.

 

Koleksi museum mulai dari patung, keramik Indonesia dan mancanegara seperti Tiongkok, Thailand, Vietnam, Jepang, dan Eropa dari abad 16 sampai awal abad 20 bisa kamu jumpai di sini.

 

Museum yang berseberangan dengan Museum Sejarah Jakarta diarsiteki oleh Hoofd Ingenier atau Insinyur Kepala Jhe W.H.F.H Van Raders dengan gaya arsitektur eropa empire atau Neo-classic. Ciri khasnya berbentuk segi tiga atau menggambarkan Crown atau mahkota raja, sedang bagian teras depan terdapat pilar berjumlah 14 tiang.

 

Nah, itu dia 7 Bangunan Bersejarah di Jakarta yang Beroperasi Hingga Sekarang. Jika kamu tertarik untuk mengunjungi bangunan-bangunan tersebut, maka sekarang lah saatnya selagi masih dibuka dibuka untuk umum.

 

Untuk melengkapi perjalanan sejarah di Jakarta, Lumikasa sudah memilih 5 produk yang erat kaitannya dengan sejarah bangsa ini.

  1. EAST INDIES ART A RONGGENG OR DANCING GIRL (RAFFLES) - Rp 199.000


    Ronggeng

  2. EAST INDIES ART CITY PLAN OF BATAVIA C.1681 (LETI) - Rp 480.000

    City Plan Batavia

  3. EAST INDIES ART PLAN OF THE TOWN AND CASTLE OF BATAVIA C.1780 (CONRADI) - Rp 480.000

    Town and Castle Batavia

  4. EAST INDIES ART POSTER BALI HOTEL - Rp 500.000

    Bali Hotel Poster

  5. EAST INDIES ART EXHIBITION SEMARANG 1914 (COLONIAL) CANVAS XL - Rp 880.000

    Exhibition Semarang Poster